Kelautan

Keindahan laut dan hasilnya menjadi salah satu potensi di Desa Waibao. Sekitar 23 Pantai  berpasir putih dengan taman laut yang indah, yakni Teluk Heten dan Taman Laut Pantai Labawain dengan berbagai hasil lautnya.

Bukan lautan
Hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

KOLAM SUSU DI NTT
Menurut laporan Dinas perikanan dan Kelautan NTT tahun 2013, potensi sumber daya ikan tangkap di NTT  berupa potensi lestari mencapai 388.700 ton/Tahun dan tingkat pemanfaatan baru mencapai 34,97%. Dengan demikian sumber daya laut NTT sangat potensi untuk perikanan tangkap (ikan pelagis: tuna, cakalang, tenggiri, laying, selar, kembung) selain untuk pengembangan budidaya (rumput laut, mutiara, kerapu) atau komoditi lain (lobster, cumi-cumi, kerang darah).

Salah satu Wilayah Perairan Potensial (WLP) untuk penangkapan ikan umpan yang layak dibidik adalah TELUK HADING di Kabupaten Flores Timur. Teluk nan indah di “kepala burung” pulau Flores.  Riangpuho atau lebih dikenal dengan desa Waibao adalah salah satu desa pesisir di Teluk Hading di dalam wilayah kecamatan Tanjung Bunga (Teluk ini melingkupi juga wilayah kecamatan Lewolema dan Kecamatan Titehena)

MEMBIDIK WILAYAH POTENSIAL IKAN UMPAN FLORES TIMUR

Dari 200.000 km2 wilayah perairan NTT ini, yang baru digunakan menjadi sumber potensi bagi pendapatan baru mencapai 38%. Pemerintah NTT dibawa kepemimpinan Drs. Frans Leburaya dalam tahun 2014-2015 memberikan bantuan hiba 185 unit kapal penangkap ikan kepada para nelayan NTT. Diharapkan dengan bantuan hiba tersebut, maka potensial perikanan di NTT dapat digunakan secara maksimal.

Lain di NTT, lain pula di Flores Timur, yang  menyimpan potensi sumber daya laut yang sangat menjanjikan. Laporan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP Flotim 2011), 13.215 ton/Tahun. Ikan Cakalang merupakan komoditas andalan Flores Timur sejak tahun 80-an.

Namun sayangnya, menurut laporan DKP NTT 2012, komoditas andalan ini, merosot tajam mencapai 60% karena semakin sedikitnya persediaan ikan umpan..

Hasil survey WWF-Indonesia di Flotim Februari  tahun 2013, ditemukan bahwa jumlah armada bertambah dan berbanding terbalik dengan kesediaan ikan umpan.  Armada Pole and Line mencapai 70 buah dan purse seine mencapai 68 armada. Laju perkembangan armada  penangkapan ini sangat tidak diimbangin dengan ketersediaan ikan umpan (data DKP Flotim 2012).

Potensi yang masih dibiarkan tertidur adalah perairan di Teluk Hading dan sepanjang pantai di Desa Waibao. Dengan laut berwarna toska yang masih bersih perairan teluk hading dan pantai sepanjang tanjung bunga kaya akan potensi perikanan tangkap, dan umpan. Pun gugusan terumbuh karang yang asri da indah berjejer disepanjang Pantai Heten menuju Batu Payung. Selain potensi perikanan tekuk hading dan sekitar 23 pantai di Desa Waibao, Riangpuho menyajikan pemandanga yang indah. Ada pair putih. Ribuan gua pada batu. Batu batu yang membentuk gugusan pulau. Terumbu karang sepanjang pantai. Laut berwarna toska, biru dan masih bersih. Ada palungan laut yang berbentuk gaja mada di tengah laut. Semua potensi ini bisa dikembangkan menjadi potensi pariwisata bahari.

“Kami – nelayan desa Waibao perlu diperhatikan oleh pemerintah Flores Timur. Kami punya pengalaman tetapi kami tidak mempunyai dana untuk mengembangkan usaha kami. Kami akan berusaha secara swadaya dulu, semoga pemerintah segera melirik kami dan mengulurkan bantuan” ujar Philipus Nitit.

Philipus berharap dia dan kelompok Nelayan mereka, “SADAR KENCANA” ini mendapat bimbingan dan bantuan dari  DKP Flores Timur.

“Kami membidik ikan umpan karena perairan ini potensial sekali agar dapat mensuplay nelayan Pole and Line dan permintaan masyarakat” Ujar Philipus dan diamini oleh rekannya Leo Fernandez, Elias Nitit dan Lorens Koten.

Beberapa nelayan di Desa Waibao pun membentuk kelompok penangkapan ikan secara tradisional.

Philipus tidak main-main dengan ucapannya, karena dia telah membuktikannya sendiri dengan swadaya murni kelompoknya, membangun “Sero Gantung”. Alat ini akan digunakan kelompoknya untuk menangkap ikan umpan di perairan Teluk Hading

Dengan bekal pengalaman 45 tahun merantau di beberapa tempat di Sulawesi, ia bertekad menghabiskan masa tuanya di desa kelahirannya untuk membangun desanya.

“Semoga pengalaman saya bermanfaan dan pemerintah tengoklah kami” ia berharap dalam logat Sulawesi karena memang 1/2 usianya ia habiskan di sana. Ia mau membuktikan ketrampilannya sewaktu di daerah perantauan dengan membuat “Sero Gantung”, melalui kelompok Nelayannya, kini di desa kelahirannya.

Teluk Hading dan pantai pantai di Desa waibao layak digambarkan dengan syair Koes Plus, Bukan lautan, Hanya kolam susu, Kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu.

Galeri Foto

© Copyright - Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur