Sejarah Desa Waibao

Desa Waibao merupakan salah satu Desa dari 16 (enam belas) Desa yang ada di wilayah Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur.

Sebelum  bergabung menjadi satu wilayah pemukiman baru pada tahun 1982, penduduk Desa Waibao hidup terpencar kedalam 4 (empat) sub wilayah yang berbeda yaitu Wilayah Riangpuho, Wilayah Tengadei, Wilayah Lebao Tanjung dan Wilayah Keka.

Demi peningkatan pelayanan Pemerintahan dibidang Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, Infrastruktur dan akses air bersih, maka pada tahun 1980 Pemerintah Kabupaten Flores Timur membuka suatu pemukiman baru dan membangun infrastruktur Pemerintahan dan Perumahan Rakyat untuk ditempati.

Setelah pembangunan infrastruktur selesai dibangun, seluruh masyarakat yang tersebar di 4 (empat) sub wilayah, dihimpun di satu tempat yaitu di Riangpuho. Terhitung sejak tahun 1982 seluruh masyarakat sudah hidup berdampingan di Riangpuho sampai sekarang.

Nama Desa Waibao diambil dari 2 (dua) kata yaitu Waibelen dan Lewobao. Waibelen diambil dari nama Danau Waibelen yang berada di wilayah ini.

Danau Waibelen ini dikelilingi oleh 3 (tiga) sub kampung yaitu Tengadei, Riangpuho dan Keka. Jadi Waibelen digunakan dalam nama desa untuk mewakili 3 kampung ini. Sedangkan nama Lewobao diambil dari nama satu sub kampung lagi yaitu Lewo Lebao.

Jadi nama Waibao adalah nama yang mewakili 4 (empat) sub kampung yaitu: Tengadei, Riangpuho, Keka dan Lebao. Semua sub kampung bergabung menjadi satu dengan nama Desanya adalah Desa Waibao.

Secara harafiah, nama Waibao diambil dari dua kata yaitu Wai yang artinya air dan bao artinya Pohon Beringin/Bao.

Air adalah sumber kehidupan yang vital dan Bao/Pohon Beringin simbol naungan yang membawa kesejukan, ketenangan dan kesegaran. Jadi, Waibao dapat diartikan sebagai Naungan yang memberi ketenangan, kesejukan, kesegaran dan menjadi sumber hidup bagi seluruh penduduknya.

Sejak Desa Gaya Baru Waibao terbentuk pada tahun 1970 sampai dengan sekarang telah terjadi pergantian kepemimpinan sebanyak 8 (delapan) kali, yakni :

  1. Anton Ado Koten (1970 – 1972)
  2. Yohanes Doro Koten (1972 – 1980)
  3. Agustinus Wisen Kelen (1980 – 1984)
  4. Yoseph Taji Kelen (1984 – 1989)
  5. Paulus Paji Kelen (1989 – 1993)
  6. Anton Tuan Nitit (1993 – 2007)
  7. Petrus Guna Kelen (2008 – 2014)
  8. Petrus Guna Kelen (2016 – 2021)
© Copyright - Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur